Kalimantannews.id
Bukan Duduk di Kursi, Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto Atur Lalu Lintas Pagi

Bukan Duduk di Kursi, Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto Atur Lalu Lintas Pagi

Bukan Duduk di Kursi, Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto Atur Lalu Lintas Pagi
  • Hari kedua menjabat, Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto turun ke Katapang. Ia atur lalu lintas pagi bersama personel. Ia bantu urai kepadatan. 

  • Ia pastikan warga memulai aktivitas aman, tertib, lancar. Kehadiran polisi harus dirasakan langsung. Ia tidak bekerja dari balik meja. Ia melihat situasi lapangan. 

  • Ia mengetahui kebutuhan masyarakat. Ia memberi respons cepat. Ia sapa pengendara. Ia ingatkan aturan lalu lintas. Ia utamakan keselamatan warga. 

  • Ada gestur tegas. Ada dialog hangat. Ada harapan warga. Kapolresta Bandung, lalu lintas Katapang, keselamatan warga.

Kalimantannews.id, Bandung - Pagi di Katapang belum sepenuhnya terbuka. Di antara klakson, lampu merah, dan napas warga, seorang perwira turun ke aspal.

Hari kedua menjabat, Kombes Pol Tri Suhartanto memilih jalanan sebagai ruang kerja. Ia atur arus, sapa warga, titip pesan keselamatan. Langkah ini menegaskan polisi hadir untuk melayani, bukan menunggu laporan.

Hari kedua Komisaris Besar Polisi Tri Suhartanto menjabat Kapolresta Bandung. Ia tidak memilih ruang rapat. Rabu 30 September 2026, ia turun ke Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Udara pagi masih tipis. Kendaraan mengalir dari arah pasar, permukiman, dan jalan utama. Bersama personel, ia mengatur arus. 

Ia membantu mengurai kepadatan. Ia memastikan masyarakat memulai aktivitas dengan aman, tertib, lancar.

Di simpang itu, gestur Tri tegas. Tangannya memberi isyarat. Matanya menyapu setiap lajur. 

Ada pengendara menerobos? Ia ingatkan pelan. Ada ibu membawa anak? Ia bantu menyeberang. Detail kecil ini penting. 

Bagi Tri, kehadiran polisi harus dirasakan langsung. Ia tidak ingin bekerja dari balik meja. 

Ia ingin melihat situasi lapangan. Ia ingin mengetahui kebutuhan masyarakat. Ia ingin memberi respons cepat. 

“Kita tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi harus melihat langsung situasi di lapangan, mengetahui kebutuhan masyarakat dan memberikan respons cepat,” kata Tri Suhartanto.

Keselamatan Warga Utama

Bukan Duduk di Kursi, Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto Atur Lalu Lintas Pagi
Selepas arus melandai, Tri menyapa warga. Ia berbincang singkat. Ia ingatkan pengguna jalan. 

Aturan lalu lintas harus dipatuhi. Keselamatan harus diutamakan. Kegiatan ini menjadi momentum menyapa warga. Ia berinteraksi langsung. 

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyapa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta mengingatkan pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan,” kata Tri Suhartanto. 

Kalimat itu sederhana. Maknanya dalam. Polisi hadir bukan untuk menakutkan. Polisi hadir untuk melayani. Polisi hadir untuk mengingatkan. Polisi hadir untuk menjaga.

Di balik peristiwa ini, ada cerita manusia. Ada pagi seorang pemimpin baru. Ada warga mengejar pekerjaan. 

Ada pedagang membuka lapak. Ada pelajar menuju sekolah. Lalu lintas bukan sekadar mesin dan aspal. 

Lalu lintas adalah denyut kehidupan. Ketika arus tersendat, harapan ikut tersendat. Ketika polisi hadir, rasa aman tumbuh. 

Tri memahami itu. Ia memulai tugas dari hal paling dekat. Ia menyentuh denyut jalan. Ia mendengar keluh kesah. 


Ada pelajaran kepemimpinan. Pemimpin tidak cukup memberi perintah. Pemimpin hadir. Pemimpin melihat. Pemimpin mendengar. Pemimpin bergerak. 

Hari kedua menjadi simbol. Simbol kedekatan. Simbol kesigapan. Simbol pelayanan. Tri tidak menunggu laporan. Ia mencari data langsung. 

Ia merasakan denyut warga. Ia melihat titik rawan. Ia mengukur kepadatan. Ia berbicara dengan pengendara. 

Ia memastikan arus berjalan. Tindakan ini kecil di mata sebagian orang. Namun dampaknya besar. 

Satu simpang lancar. Ribuan orang tiba tepat waktu. Satu pesan keselamatan. Banyak nyawa terlindungi. Satu sapaan hangat. Kepercayaan publik tumbuh.

Ini potret. Potret seorang Kapolresta Bandung di hari kedua. Potret warga Katapang di pagi sibuk. 

Potret harapan pada setiap perjalanan. Semua berjalan dalam satu denyut. Lalu lintas tertib. 

Warga aman. Aktivitas lancar. Pesan keselamatan bergema. Tri Suhartanto menutup pagi dengan senyum. Ia kembali ke tugas. Namun jejak kecil tertinggal. Jejak itu bernama kehadiran.
BGN, 480 Dapur dan Sepiring Harapan dari Tanah Timur

BGN, 480 Dapur dan Sepiring Harapan dari Tanah Timur

BGN, 480 Dapur dan Sepiring Harapan dari Tanah Timur
  • Di pegunungan Papua, seorang anak duduk di beranda sekolah. Ia memeluk piring kosong. Matanya menatap jalan berbatu. Ia bertanya pada ibu, kapan nasi hangat datang. Ibunya menunduk. Air mata jatuh di ujung selendang. 

  • Jumat, 2 Oktober 2026, Badan Gizi Nasional mengaktifkan 480 dapur SPPG. Dapur itu tersebar di 16 provinsi. Fokus awal Indonesia Timur. 

  • Bagi anak itu, dapur bukan sekadar bangunan. Ia adalah harapan. Ia adalah doa. Ia adalah mimpi sederhana: makan kenyang, belajar tenang, tumbuh kuat. 

  • Masyarakat diminta waspada. Jangan biarkan pungutan merampas harapan. Gizi anak adalah masa depan. Semoga dapur itu segera mengepul. Semoga tangis ibu berganti senyum.

Kalimantannews.id, Jakarta - Di ujung timur Nusantara, aroma nasi hangat belum singgah ke banyak meja. Jumat, 2 Oktober 2026, Badan Gizi Nasional menggerakkan 480 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Langkah ini memperluas Makan Bergizi Gratis ke wilayah tertinggal, terdepan, terluar. Fokus awal Indonesia Timur. Perut kosong bisa memutus mimpi. Maka kehadiran dapur bukan hanya bangunan, melainkan jembatan gizi. 
 
BGN menyiapkan 480 SPPG. Rinciannya 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil. Dapur tersebar di 16 provinsi, 116 kabupaten/kota. 

Kepala BGN, Sudaryono, menyatakan aktivasi dimulai Jumat, 2 Oktober 2026. Sasaran wilayah 3T, stunting tinggi, stunting sangat tinggi. 

“Kami mulai di wilayah Timur Indonesia,” kata Sudaryono Rabu, 30 Oktober 2026.

480 dapur tersebar di Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Sudaryono berada di Maluku. 

Wakil Kepala BGN, para deputi, pejabat eselon II ditempatkan di provinsi lain.
Aktivasi belum berarti seluruh dapur melayani penerima manfaat. 

BGN menjalankan tahapan. Tahapan meliputi pelatihan penjamah makanan, penyiapan operasional, penambahan penerima manfaat bertahap. 

“Tahapan ini dimulai 2 Oktober. Dapur siap beroperasi tiga atau empat minggu setelah aktivasi,” ujar Sudaryono.

Peta Stunting MBG


Peta stunting bukan peta abstrak. Ia menyimpan wajah anak, ibu, sekolah, masa depan bangsa. 

BGN membuka SPPG lain bertahap setelah 2 Oktober 2026. Prioritas daerah 3T, wilayah stunting tinggi, stunting sangat tinggi, daerah banyak aduan sekolah belum dapat MBG. 

Daerah jauh dari ibu kota jadi perhatian. Tantangan distribusi dan akses layanan lebih besar.

Kebijakan ini sejalan langkah BGN memperluas sasaran MBG ke sekolah di wilayah 3T dan daerah stunting tinggi. 

BGN sebelumnya memperbarui data penerima manfaat. BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima MBG. Penilaian tidak lagi prioritas berdasarkan kriteria program.

Perluasan layanan terjadi saat BGN membenahi tata kelola SPPG. September 2026, BGN menghentikan sementara operasional 1.276 SPPG belum memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. 

Sebanyak 821 SPPG dalam proses pendaftaran. 447 SPPG sudah mendaftar, belum memenuhi syarat. 

Delapan SPPG belum terkonfirmasi status SLHS. BGN sebelumnya menutup sementara 1.999 SPPG belum mendaftarkan SLHS. 

Empat SPPG dihentikan permanen. Penilaian: tidak memenuhi standar keamanan pangan dan tidak memperbaiki pelanggaran operasional.

Jaga Akses Pangan


Sudaryono menegaskan penentuan SPPG diaktifkan berdasarkan sistem dan basis data BGN. 

Tidak ada pihak luar diberi kewenangan mengatur atau menawarkan aktivasi dapur atas nama BGN. 

“Dapur ini lebih dari BGN menghubungi mitra, menempatkan kepala SPPG, mengaktifkan VA,” kata Sudaryono.

Sudaryono meminta masyarakat dan calon mitra waspada terhadap pihak mengaku perwakilan BGN. 

Peringatan berlaku bila ada pihak meminta pungutan atau imbalan mempercepat aktivasi. 

“Penentuan mana dibuka, mana duluan, mana belakangan ditentukan sistem, ditentukan database kami. Kami tidak mengotorisasi siapapun, tidak mengotorisasi asosiasi manapun, tidak mengotorisasi pribadi manapun,” ujar Sudaryono.

BGN melakukan verifikasi proses aktivasi. Sudaryono mengingatkan kemungkinan oknum mengatasnamakan pimpinan BGN. Tindakan merugikan atau meminta pungutan harus diwaspadai.

Perluasan SPPG berjalan bersamaan penguatan pengawasan dapur MBG beroperasi. Sudaryono menyebut keamanan pangan perhatian utama. 

BGN memperkuat standardisasi dapur, kapasitas penjamah makanan, rantai pasok, pemantauan mutu, keamanan pangan.

BGN mencatat realisasi anggaran MBG Rp139,77 triliun atau 63,89 persen dari pagu Rp218,77 triliun hingga 16 September 2026. 

BGN menyatakan masih ada sekitar Rp79 triliun belum terealisasi untuk mendukung penyaluran MBG sampai akhir tahun. 

BGN mulai memperkuat rantai pasok dengan mendorong penggunaan produk dalam negeri dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Kebijakan ini bagian upaya memperluas dampak program di tingkat daerah.

Setelah aktivasi 2 Oktober, BGN melanjutkan pembukaan SPPG bertahap. Penentuan lokasi mengikuti kebutuhan layanan, hasil pemetaan sistem, kondisi wilayah, data penerima manfaat. Wilayah 3T dan daerah stunting tinggi tetap prioritas perluasan layanan.

Di ujung timur, nasi hangat bukan akhir cerita. Ia awal anak menapak sekolah, mengukir cita, membangun negeri. 

BGN menutup keterangan dengan ajakan waspada, transparan, gotong royong. Masyarakat bisa memantau, bertanya, melapor. Dapur dapur itu milik publik. Gizi anak adalah urusan bersama.
Dari Aldi ke Tri: Jejak BaktI dan Harapan Baru Polresta Bandung

Dari Aldi ke Tri: Jejak BaktI dan Harapan Baru Polresta Bandung

Dari Aldi ke Tri Jejak BaktI dan Harapan Baru Polresta Bandung
  • Pisah sambut Kapolresta Bandung 28 September 2026 Kombes Aldi Subartono menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Kombes Tri Suhartanto. 

  • Capaian gemilang peringkat pertama keamanan, penyelesaian perkara 92 persen, kepuasan masyarakat 85,59 persen menjadi bekal berharga. 

  • Tri pulang ke tempat yang pernah dipimpinnya 13 tahun silam, membawa visi pelayanan humanis, integritas, dan semangat JAWARA, menargetkan kepuasan masyarakat naik hingga 90 persen. 

  • Suasana haru pisah sambut Kapolresta Bandung 28 September 2026 Kombes Aldi Subartono berpamitan, Kombes Tri Suhartanto disambut polisi cilik dan tarian Lengser, momen penghormatan warga serta arahan perdana semangat JAWARA. Dokumentasi kebersamaan di halaman Mapolresta Bandung.

Kalimantannews.id, Bandung - Halaman Mapolresta Bandung sore itu berkilauan bunga dan haru. Dua polisi cilik menyambut sosok yang pulang, dan satu sosok yang berkelana pergi diiringi tepuk tangan serta deru motor pengantar tulus. 

Senin, 28 September 2026, Soreang. Langkah Kombes Aldi Subartono melangkah perlahan menyusuri halaman yang selama 21 bulan menjadi saksi baktinya. 

Sejak 14 Januari 2025, ia dan jajaran tidak sekadar menegakkan hukum — mereka menanam kepercayaan. 

Peringkat pertama evaluasi keamanan se-Polda Jawa Barat, penyelesaian perkara 92 persen, indeks kepuasan masyarakat 85,59 persen. Angka bukan sekadar laporan, melainkan bukti kehadiran nyata. 

“Rekan-rekan telah menorehkan sejarah,” ucap Aldi lirih namun tegas. Ia berpesan agar dukungan utuh tercurah bagi penggantinya. Harapan tertuju jelas: pertahankan, lalu dorong hingga 90 persen. 

Di luar gerbang, barisan pengemudi ojek online berdiri tegak. Mereka mengantar kepergiannya penghormatan sederhana bagi sosok yang hadir di tengah mereka.

Pulang ke Tanah Kenangan


Kombes Pol Tri Suhartanto melangkah masuk, disambut tawa polisi cilik, alungan bunga, dan tarian Lengser. 

Ini bukan tempat asing. Tiga belas tahun silam, ia pernah berdiri di sini sebagai Kasat Reskrim. 

“Alhamdulillah, diberi amanah melanjutkan estafet yang luar biasa,” ucapnya. Rekam jejak membuktikan kesiapan penyidik KPK, Kapolres Kotabaru, Wakapolres Jakarta Barat, hingga Kapolres Cimahi. 

Ia memandang warisan pendahulunya bagaikan pesawat terbang stabil di ketinggian. Tugasnya bukan mengubah arah, melainkan menjaga kemudi agar melaju lebih jauh dan lebih mulia. 

Semangat yang Menghidupkan

Dari Aldi ke Tri Jejak BaktI dan Harapan Baru Polresta Bandung
Pertemuan dengan Kapolsek dan pejabat utama menjadi panggung perdana kata-katanya. Tegas, hangat, dan meresap ke sanubari. 

Kewenangan bukan keunggulan, melainkan beban tanggung jawab. Masyarakat datang bukan membawa masalah mereka mencari jalan keluar. 

“Jangan biarkan mereka pulang kecewa,” pesannya. “Kitalah yang harus menjadi solusi, bukan bagian dari masalah.” 

Ia mengingatkan menjauhi segala jeratan yang merusak kehormatan. Seragam bukan sekadar kain, melainkan amanah. Jaga diri, jaga keluarga, jaga institusi. 

Lalu hadir makna JAWARA  Jaga, Amanah, Wibawa, Adaptif, Ramah, Berakhlak. Enam huruf menjadi cermin diri. Hadir sebelum dipanggil, melayani sebelum diminta, tetap berbuat baik meski tak dihargai.

“Pangkat dan jabatan akan berlalu. Kebaikanlah yang dikenang,” ucapnya menutup arahan. Satu hati, satu langkah Polri hadir untuk masyarakat, mengabdi untuk negeri.
Di Bandara Supadio, Tangan-Tangan Menenun Harapan bagi Ibu dan Mereka Menjaga Langit

Di Bandara Supadio, Tangan-Tangan Menenun Harapan bagi Ibu dan Mereka Menjaga Langit

Di Bandara Supadio, Tangan-Tangan Menenun Harapan bagi Ibu dan Mereka Menjaga Langit
  • General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, menatap mata setiap ibu hamil, lalu menyandarkan tangan di bahu relawan wajahnya kerap tertutup kabut. Di ruang itu tak ada pembatas antara pimpinan dan warga. 

  • Hanya ada tatapan yang saling menguatkan, senyum yang membasahi rindu pengakuan, dan harapan yang tumbuh di antara tangan saling menggenggam. Dua gerakan berjalan serentak. Kesehatan ibu dan anak dijaga, relawan garda terdepan dilindungi. Kerja sama lintas sektor mewujudkan lingkungan sehat. 

  • Mata ibu hamil berbinar di Gedung Candra Dista Wiradi. Relawan yang bertarung di balik kabut asap akhirnya didengar dan dipeluk. Dua janji kesetiaan di Kubu Raya Kalimantan Barat menjaga calon penerus, melindungi pahlawan tanpa jubah.

  • Dua program menyatu di hari yang sama. Gizi ibu-anak dijaga, relawan garda terdepan dihargai. Kebersamaan menjadi kekuatan paling tulus menghadapi segala ujian. 

Kalimantannews.id, Kubu Raya -  Sinar pagi menyelinap lewat jendela Gedung Candra Dista Wiradi Selasa 29 September 2026. Ruangan itu bukan sekadar tempat berkumpul melainkan saksi ikatan tangan yang saling mengulur. 

PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Internasional Supadio menghadirkan dua gerakan sekaligus. “InJourney Airport Pangan Berdaya” menyentuh ranah gizi ibu dan anak. “InJourney Airports Tanggap Bencana” merespons kabut asap yang kerap menyelimuti tanah ini. 

Hadir di sana Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya. Business Manager PT Kimia Farma Apotek turut hadir melengkapi jajaran. 

Para Kepala Desa Limbung, Arang Limbung, Teluk Kapuas, dan Kuala Dua hadir mendampingi warga. Para ibu hamil duduk tenang menyimak setiap penjelasan yang disampaikan. 

Para relawan Masyarakat Peduli Api berdiri tegak di sisi ruangan. Mereka adalah garda terdepan yang selama ini menjaga lingkungan tanpa banyak sorotan. 

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, berdiri di hadapan seluruh hadirin. Suaranya tenang namun tegas memantul ke setiap sudut ruangan. 

“Program Pangan Berdaya hadir khusus untuk kesehatan ibu hamil serta tumbuh kembang anak,” ucap Maya Damayanti Selasa, 26 September 2026. 

“Pemberian makanan bergizi, vitamin, pemeriksaan kesehatan gratis, sosialisasi dan konsultasi kami sediakan agar generasi penerus tumbuh kuat dan cerdas,” kata Maya Damayanti.  

Calon Penerus Bangsa


Setiap butir nasi bergizi dan setiap tablet vitamin bukan sekadar bantuan biasa. Ia benih yang ditanam di tubuh calon penerus bangsa demi masa depan yang lebih cerah. 

Pemeriksaan medis menyeluruh menjamin ibu tetap bugar dan kandungan tumbuh sehat. Sosialisasi yang mendalam membekali keluarga dengan pengetahuan yang berguna jangka panjang. 

Pandangan kemudian beralih ke sisi lain yang tak kalah penting. Kabut asap tahunan selalu datang bagai tamu tak diundang yang membawa risiko kesehatan luas. 

Relawan Masyarakat Peduli Api adalah yang pertama melangkah ke medan panas dan berbahaya. Keringat mereka menetes tanpa banyak diketahui oleh orang banyak. 

Setiap Jiwa Berjuang

Di Bandara Supadio, Tangan-Tangan Menenun Harapan bagi Ibu dan Mereka Menjaga Langit
Bantuan berupa masker dan susu steril diserahkan langsung kepada para relawan. Barang sederhana itu menyimpan makna penghargaan yang mendalam bagi setiap jiwa yang berjuang. 

“Kami melihat perjuangan kalian di lapangan dan kesehatan serta stamina kalian adalah prioritas kami,” tegas Maya. Kalimat sederhana itu membasahi dahaga pengakuan yang sering tak terucap selama ini. 

Relawan tersenyum dan mata mereka berbinar menerima perhatian yang tulus. Kerja keras mereka kini dilihat, dihargai, didukung secara nyata oleh pihak yang berwenang. 

“Kami percaya bergandengan tangan antara pemerintah, mitra, masyarakat, dan kami segala tantangan dapat dihadapi,” lanjutnya. “Masa depan yang lebih sehat dapat kita wujudkan bersama-sama.” 

Tak ada satu pihak pun mampu berdiri sendiri menghadapi masalah sebesar ini. Setiap peran saling melengkapi bagai jalinan anyaman yang kuat. 

Dinas kesehatan menyebar ilmu yang menyelamatkan nyawa. Dinas sosial menjangkau mereka yang membutuhkan uluran tangan sesegera mungkin. 

Mitra usaha menyediakan sarana yang mempercepat pelaksanaan program. Masyarakat ikut menjaga lingkungan tempat tinggal agar tetap layak ditinggali semua. 

Dua program ini bukan acara sesaat yang berlalu begitu saja. Ia tanda kesungguhan perusahaan hadir menyatu dengan kehidupan warga sekitar. 

PT Angkasa Pura Indonesia tak sekadar mengelola pesawat yang terbang tinggi ke angkasa. Ia juga merawat bumi tempat kaki berpijak dan generasi tumbuh. 

Bandara bukan sekadar pintu masuk atau keluar bagi tamu yang melintas. Ia jantung yang berdetak menyatu dengan warga Kubu Raya setiap harinya. 

Udara bersih, ibu sehat, anak cerdas, lingkungan terjaga adalah tujuan sebenarnya dari segala usaha. Semua itu diraih bukan sendirian melainkan bersama-sama. 

Hari itu bukan sekadar penyerahan bantuan rutin yang tertulis di laporan. Ia janji yang ditepati kepada warga yang hidup mengelilingi kawasan bandara. 

Janji bahwa kehadiran sebuah perusahaan dapat terasa menyejukkan hati. Bahwa kemajuan tidak boleh melupakan kemanusiaan yang menjadi dasarnya. 

Matahari semakin tinggi menandakan berakhirnya kegiatan yang hangat itu. Para ibu pulang membawa harapan lebih terang untuk anak yang akan lahir. 

Para relawan melangkah kembali ke tugas dengan semangat yang baru menyala. Langkah nyata kebaikan akan terus berlanjut selama ada tangan yang saling terulur.  

Kekuatan perubahan lahir dari kebersamaan. Dukung terus gerakan kesehatan dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekitar kita. Setiap langkah kecil berdampak besar bagi masa depan Kalimantan Barat.
Ombudsman RI Kalbar Kunjungi Rutan Mempawah, Kawal Layanan Publik

Ombudsman RI Kalbar Kunjungi Rutan Mempawah, Kawal Layanan Publik

Tim Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat saat melakukan kunjungan kerja ke Rutan Kelas IIB Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat, 25 September 2026.   Agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan publik, pemenuhan hak warga binaan, serta evaluasi tata kelola pemasyarakatan.   Dalam kegiatan itu, petugas memperoleh arahan mengenai integritas, profesionalisme, transparansi alur layanan, kelayakan layanan dasar, dan pencegahan pungutan liar.   Kepala Rutan Mempawah Ade Rusman menegaskan komitmen memperbaiki kualitas pelayanan melalui kolaborasi bersama berbagai unsur.   Penguatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung langkah Rutan Mempawah menuju predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi atau WBK.
  • Tim Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat saat melakukan kunjungan kerja ke Rutan Kelas IIB Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat, 25 September 2026. 

  • Agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan publik, pemenuhan hak warga binaan, serta evaluasi tata kelola pemasyarakatan. 

  • Dalam kegiatan itu, petugas memperoleh arahan mengenai integritas, profesionalisme, transparansi alur layanan, kelayakan layanan dasar, dan pencegahan pungutan liar. 

  • Kepala Rutan Mempawah Ade Rusman menegaskan komitmen memperbaiki kualitas pelayanan melalui kolaborasi bersama berbagai unsur. 

  • Penguatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung langkah Rutan Mempawah menuju predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi atau WBK.

Kalimantannews.id, Mempawah - Pagi di Mempawah berjalan seperti biasa pada Jumat, 25 September 2026. Di balik tembok Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Mempawah, rutinitas para petugas bertemu satu agenda penting, memastikan pelayanan publik tetap berdiri di atas integritas.

Hari itu, Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat datang membawa fungsi pengawasan. Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat ruang, fasilitas, atau kelengkapan layanan, melainkan membaca lebih dekat bagaimana hak warga binaan dipenuhi serta bagaimana petugas bekerja menghadapi tuntutan pelayanan publik.

Suasana penerimaan berlangsung terbuka. Pihak Rutan Mempawah menyambut tim Ombudsman sebagai bagian dari proses evaluasi sekaligus penguatan internal agar pelayanan terus bergerak menuju sistem birokrasi lebih transparan, akuntabel, dan responsif.

Kunjungan itu memberi ruang bagi petugas untuk bercermin. Pelayanan di balik pintu rutan tidak hanya berbicara soal prosedur, tetapi menyangkut manusia, keluarga, hak dasar, serta kepercayaan masyarakat.

Dalam postingan Instagram resmi @rutan_mempawah, agenda tersebut disebut tidak berhenti pada pemeriksaan fasilitas dan pemenuhan hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Tim Ombudsman turut memberikan penguatan kepada jajaran petugas pemasyarakatan.

Pesannya sederhana, tetapi tuntutannya tidak ringan. Setiap layanan harus memiliki alur jelas, mudah dipahami, terbuka, serta bebas dari praktik pungutan liar.

Standar pelayanan prima menjadi salah satu perhatian. Mulai dari transparansi alur kunjungan keluarga hingga kelayakan layanan dasar, setiap bagian perlu dijalankan secara profesional.

Bagi warga binaan, pelayanan bukan sekadar urusan administrasi. Sebuah informasi tepat waktu, petugas responsif, atau prosedur kunjungan keluarga secara jelas dapat menentukan rasa aman seseorang di tengah ruang hidup terbatas.

Jaga Integritas Petugas

Ombudsman RI Kalbar Kunjungi Rutan Mempawah, Kawal Layanan Publik

Di hadapan jajaran pemasyarakatan, Ombudsman menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme. Tantangan pekerjaan di lapangan tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan standar pelayanan.

Adalah Ade Rusman. Ia merupakan Kepala Rutan Kelas IIB Mempawah, melihat kunjungan tersebut sebagai momentum memperkuat komitmen internal. Ia menegaskan Rutan Mempawah berkomitmen menjaga serta memperbaiki kualitas pelayanan publik.

“Sehingga kedepannya dalam rangka pemenuhan segala bentuk layanan Rutan Mempawah akan menggandeng semua unsur atau pihak guna memastikan bahwa segala pelayanan teknis Pemasyarakatan bisa cepat, akurat dan transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat,” ucap Ade Rusman Senin, 28 September 2026.

Pernyataan itu menunjukkan arah pembenahan tidak hendak dikerjakan sendirian. Rutan Mempawah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai unsur agar proses pelayanan dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan transparan.

Ada satu sikap tegas lain dari Ade, yakni penolakan terhadap pelanggaran. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja bebas dari penyimpangan.

Zona Integritas


Penguatan pelayanan kemudian diarahkan pada target lebih besar, yakni Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi atau WBK. Target itu membutuhkan lebih dari slogan sebab integritas harus terlihat dalam kebiasaan kerja sehari-hari.

Ombudsman memberikan edukasi sekaligus motivasi agar petugas semakin memahami standar pelayanan prima. Pendekatan humanis menjadi bagian penting sebab warga binaan tetap memiliki hak memperoleh pelayanan secara layak.

Di titik ini, pembenahan birokrasi bertemu persoalan manusia. Petugas membutuhkan ketegasan dalam menjalankan aturan, tetapi warga binaan membutuhkan perlakuan manusiawi agar sistem pemasyarakatan tidak kehilangan sisi kemanusiaannya.

Kunjungan Ombudsman akhirnya dapat dibaca sebagai ruang dialog antara pengawasan dan pelayanan. 

Pengawas melihat praktik di lapangan, sementara pengelola rutan memperoleh masukan untuk memperbaiki celah pelayanan.

Bagi Rutan Mempawah, pekerjaan belum selesai ketika sebuah kunjungan berakhir. Justru setelah rombongan Ombudsman meninggalkan kompleks rutan, tantangan sesungguhnya dimulai, yakni membuktikan komitmen melalui tindakan.

Pelayanan publik membutuhkan konsistensi. Transparansi harus hadir dalam prosedur, integritas harus tampak dalam keputusan, sedangkan sikap humanis perlu terasa dalam interaksi sehari-hari.

Dari balik tembok rutan, kepercayaan publik dibangun melalui perkara kecil. Informasi diberikan secara terbuka, layanan dijalankan sesuai standar, pungli ditolak, serta setiap petugas memahami bahwa seragam membawa tanggung jawab.

Kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat ke Rutan Mempawah menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan tidak cukup dinilai dari fasilitas. 

Ukuran lebih penting berada pada cara institusi menjaga hak, merawat integritas, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

WBK bukan sekadar predikat administratif. Ia merupakan ukuran konsistensi ketika aturan diuji oleh keadaan. 

Ketika petugas berhadapan dengan kebutuhan warga binaan, serta ketika kepercayaan masyarakat harus dijaga setiap hari.
Akselerasi Sertifikasi ISPO: Menembus Batas Regulasi Sawit Kalimantan Barat

Akselerasi Sertifikasi ISPO: Menembus Batas Regulasi Sawit Kalimantan Barat

Akselerasi Sertifikasi ISPO: Menembus Batas Regulasi Sawit Kalimantan Barat
  • Sosialisasi dan Klinik ISPO 2026 di Kota Pontianak hari ini menjadi benteng penyelamat rantai pasok sawit Kalimantan Barat. 

  • Menghadapi regulasi Uni Eropa (EUDR) dan regulasi nasional Perpres 16/2025, GAPKI bersama Disbunnak Kalimantan Barat memacu pencapaian 100 persen sertifikasi demi kepastian ekspor dan kesejahteraan pekebun. 

  • Penerapan kebijakan Uni Eropa terkait European Union Deforestation Regulation (EUDR) menuntut transparansi ketertelusuran rantai pasok secara penuh. 

  • Tanpa pemenuhan standar sertifikasi dan tata kelola yang legal, petani sawit swadaya dan korporasi berisiko tereliminasi dari pasar ekspor global.

  • Kalimantan Barat: Memiliki luas areal sawit mencapai 2.305.536,57 hektare dengan produksi CPO dan PK sebesar 7.989.462,31 ton pada 2025. 

  • Namun hingga Juni 2026, baru 119 perusahaan perkebunan dan 2 lembaga petani (Koperasi Persada Engkersik Lestari dan Aliansi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang di Kabupaten Sekadau) yang tersertifikasi ISPO.

  • Daftarkan kebun sawit Anda di Klinik ISPO GAPKI sekarang demi kepastian ekspor dan kemajuan daerah!

Kalimantannews.id, Pontianak - Dengung pendingin ruang Ball Room Hotel Golden Tulip Pontianak menyatu halus dengan riuh gumam ratusan auditor legalitas serta pengusaha sawit. 

Di sudut panggung, layar digital menampilkan peta hamparan hijau seluas 2,3 juta hektare tanah Kalimantan Barat. 

Di sinilah, pada Rabu pagi 19 Agustus 2026, takdir tata kelola emas hijau bumi khatulistiwa kembali dipertaruhkan.  

Rino Anteno Tengo melangkah tenang ke balik podium. Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat itu merapikan lembar sambutannya, lantas menatap tajam para hadirin. 

Raut wajahnya menyiratkan ketegasan sekaligus kecemasan halus atas bayang-bayang regulasi Uni Eropa yang kian menjepit.  

Akselerasi Sertifikasi ISPOTangan Rino terangkat perlahan saat memaparkan angka produksi yang perkasa. 

"Tahun 2025 total luas areal kelapa sawit telah mencapai 2.305.536,57 hektare dengan produksi CPO dan PK mencapai 7.989.462,31 ton," tegasnya suara mantap. 

Namun di balik melimpahnya minyak mentah, terdapat gelombang tekanan internasional seperti aturan bebas deforestasi EUDR yang berpotensi memutus nadi rantai pasok petani kecil mandiri.  

Langkah penyelamatan tidak bisa ditunda. Pemerintah bergerak cepat menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025. 

"Sertifikasi ini bukan sekadar alat kontrol atau beban administrasi, melainkan bekal strategis agar sawit Indonesia berdaya saing global," tambah Rino. 

Sertifikasi kini tidak lagi memotret kebun hulu, melainkan menjangkau industri hilir hingga bioenergi.  

"Sampai dengan bulan Juni Tahun 2026 berdasarkan laporan yang kami terima sebanyak 119 Perusahaan Perkebunan di Kalimantan Barat telah memiliki Sertifikat ISPO, dan terdapat 2 lembaga petani yang telah menerima sertifikat ISPO yaitu Koperasi Persada Engkersik Lestari dan Aliansi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang," kata Rino Anteno Tengo, Plt. Kadisbunnak Kalbar  

Tantangan Regulasi Perkebunan Kelapa Sawit

Akselerasi Sertifikasi ISPO: Menembus Batas Regulasi Sawit Kalimantan Barat
Di barisan depan, Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Barat, Aris Supratman, menyimak lekat. 

Garis wajahnya mencerminkan beban berat sekaligus optimisme tinggi. Bagi Aris, standar keberlanjutan adalah benteng pertahanan yang wajib diperkokoh dari dalam, bukan dinding ratapan yang dihindari.  

Aris berdiri, memegang mikrofon dengan jemari erat. Ia mengingatkan bahwa hingga Juli 2025, baru 587 dari 743 anggota GAPKI nasional atau sekitar 79 persen yang tersertifikasi. 

Tantangan makin rumit kala disrupsi pandemi berlapis dengan dinamika Pasal 110A dan 110B Undang-Undang Cipta Kerja serta penertiban kawasan hutan. 

"ISPO jangan kita lihat semata-mata sebagai kewajiban administratif atau sekadar kewajiban menghadapi audit. ISPO harus kita jadikan sebagai instrumen untuk memperbaiki tata kelola perusahaan, memperkuat sistem manajemen, meningkatkan kepatuhan, mengurangi risiko, dan meningkatkan daya saing," kata Aris Supratman, Ketua GAPKI Kalimantan Barat.

Aris menoleh ke arah para auditor internal yang duduk menyebar. Gestur telunjuknya mengetuk meja kecil, memberikan penekanan mendalam. 

"Internal Auditor jangan hanya diposisikan sebagai pihak yang menyiapkan perusahaan menghadapi audit eksternal. Internal Auditor harus menjadi early warning system. Gap harus ditemukan lebih awal, ketidaksesuaian harus segera diperbaiki," cetusnya lugas.  

Ruang klinik berlanjut hangat. Para tim legal, manajemen keberlanjutan, serta akademisi Universitas Tanjungpura dan Universitas Nahdlatul Ulama melebur dalam diskusi pemecahan masalah. 

Dari simulasi audit hingga penyusunan rencana aksi konkret, setiap peserta menggenggam kepastian langkah baru.  

Sinergi lintas sektor antara Pemprov Kalbar, Ditjen Perkebunan, dan GAPKI menjadi kunci penghubung agar petani kecil tak tertinggal di lorong sunyi persaingan pasar global. 

Keberlanjutan bukan lagi slogan di atas kertas, melainkan peradaban baru ekonomi hijau Kalimantan Barat. 

Formulir Kontak