Kalimantannews.id
Wagub Krisantus Motoran ke Pemangkat, Resmikan Aula Gereja ST Yosef

Wagub Krisantus Motoran ke Pemangkat, Resmikan Aula Gereja ST Yosef

Wagub Krisantus Motoran ke Pemangkat, Resmikan Aula Gereja ST Yosef
Kalimantannews.id, Sambas - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengendarai sepeda motor ke Pemangkat untuk meresmikan Aula Gereja Paroki St. Yosef, Kabupaten Sambas. 

Bersama rombongan yang sebagian besar menggunakan motor, Krisantus sempat singgah di Kejaksaan Negeri Mempawah untuk beristirahat dan makan siang, Selasa (13/10/2026). 

Di Kejari Mempawah, Wagub disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Mempawah, Samsuri. 

"Ini gunanya pertemanan. Siapa saja kita berkawan, saling support. Kebetulan saya asli putra Kalbar jadi kita sambut Wagub dengan makan bersama. Ternyata jumlah rombongan melebihi hitungan yang saya dapat, tetapi semua makanan habis. Tandanya berkah," ujar Kajari Samsuri.
Wagub Krisantus Motoran ke Pemangkat, Resmikan Aula Gereja ST Yosef
Usai beristirahat di Mempawah, rombongan Wagub melanjutkan perjalanan ke Singkawang. Di sana, Krisantus disambut Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. Rombongan kemudian beristirahat sejenak sambil ngopi di Kopi Tiam Singkawang.

Meskipun perjalanan dilakukan dengan motor, staf Wagub tetap mengawal selama perjalanan. Sore harinya, Wagub Krisantus dijadwalkan meresmikan Aula Gereja Paroki St. Yosef di Pemangkat, Kabupaten Sambas.(OK)
Wagub Krisantus Kecam Keras Fitnah PC IMM Pontianak Lewat Pamflet Medsos

Wagub Krisantus Kecam Keras Fitnah PC IMM Pontianak Lewat Pamflet Medsos

Kalimantannews.id, Sambas - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengecam keras ulah sekelompok orang yang mengaku dari PC IMM (Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Pontianak. 

Pasalnya, mereka membuat dan menyebar pamflet di media sosial yang berisi fitnah terhadap dirinya. Dalam pamflet tersebut, foto Krisantus ditampilkan dengan mata tertutup. Tidak hanya dirinya, Gubernur Kalbar dan Kapolda Kalbar juga digambarkan dengan mata tertutup seolah-olah buronan pelaku kriminal. 

Pamflet itu berisi seruan konsolidasi. Meskipun tidak secara spesifik menyebut ketiga pejabat tersebut menikmati uang Karhutla Rp60 miliar, namun pembuat pamflet dinilai mencoba menggiring opini seolah-olah ketiganya terlibat dalam kasus tersebut. 

"Saya kecam keras perbuatan ini, saya tidak pernah takut, satu sen pun dari 60 miliar itu tidak pernah saya lihat," tegas Krisantus di Pemangkat dalam acara meresmikan Aula Gereja St Yosef di Pemangkat, Sambas, Rabu (14/10/2026). 

Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dan menyebarluaskan konten yang dapat memecah belah serta mencoreng nama baik pejabat daerah. Krisantus juga mendorong aparat penegak hukum untuk menelusuri pembuat dan penyebar pamflet tersebut agar tidak terjadi lagi tindakan serupa di kemudian hari. 

Dalam kesempatan itu Wagub juga menegaskan kepada rakyat Kalbar untuk mempertahankan haknya atas tanah, bila tanah tersebut diyakini milik dari turun temurun (hak ulayat). 

"Persoalan penyerobotan lahan masyarakat ini sering terjadi akibat ulah perusahaan, pertahankan, janga pernah takut bila yakin tanah milik turun menurun," tegasnya.(OK)
FGD HIPZI Kalbar Perkuat Tata Kelola Dapur SPPG MBG Kubu Raya

FGD HIPZI Kalbar Perkuat Tata Kelola Dapur SPPG MBG Kubu Raya

FGD HIPZI Kalbar bersama Satgas BGN Polda Kalbar mengevaluasi tata kelola dapur SPPG. Fokus pada regulasi, SOP, keamanan pangan, kualitas gizi, pengawasan MBG Kubu Raya.
Kalimantannews.id, Kubu Raya - Aula Kantor Bupati Kubu Raya tidak sekadar jadi ruang rapat. Selasa, 13 Oktober 2026, sejumlah pihak duduk bersama. 

Mereka membahas dapur SPPG, MBG, dan gizi anak Kalbar. Ketua DPP HIPZI Kalimantan Barat, Hidayat, hadir bersama Satgas BGN Polda Kalbar. 

Agenda utama, Focus Group Discussion bertema Evaluasi Pengelolaan dan Penguatan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis. Ruang itu jadi panggung evaluasi. Bukan panggung seremonial. 

Pagi menuju siang, Aula Kantor Bupati Kubu Raya hidup. Kursi tertata. Peserta datang dari berbagai institusi. 

Ada pemerintah daerah. Ada aparat pengawas. Ada mitra pelaksana. Semua membicarakan satu hal, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. 

Dapur ini jantung program MBG. Kualitas makanan anak bergantung pada tata kelola dapur. 

Ketua DPP HIPZI Kalimantan Barat, Hidayat, menegaskan, tata kelola dapur baik harus didukung pemahaman regulasi, standar operasional prosedur, kebersihan, keamanan pangan, serta pemenuhan standar kualitas gizi. 

“FGD bukan sekadar diskusi, tetapi harus menghasilkan rekomendasi nyata untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dapur SPPG,” kata Hidayat. 

Kalimat itu menggema. Peserta mencatat. Ada pula dialog kecil antar meja. Fokusnya sama, anak Kalbar harus menerima makanan layak. 

Di luar aula, peserta membawa berkas. Meja depan dipenuhi dokumen dapur SPPG. Hidayat menyorot kebersihan. Ia ingatkan keamanan pangan. Ia tegaskan kualitas gizi. Dapur SPPG ruang produksi makanan anak. Standar tinggi wajib dijaga.

Pengawasan MBG Kalbar


Evaluasi jadi kata kunci. Penguatan pengawasan jadi langkah penting. Tujuannya, pengelolaan dapur SPPG berjalan sesuai ketentuan. 

Program MBG di Kalbar harus berpedoman aturan berlaku. Makanan untuk anak harus baik dan berkualitas. 

Anak penerima manfaat mesti merasakan dampak baik program Presiden Prabowo. Anggota DPR RI, Yuliansyah, menyampaikan hal itu.  Ia juga Ketua Pembina HIPZI Kalbar. 

“Tata kelola MBG di SPPG kita harus mengikuti aturan. Berikan makanan bergizi kepada anak kita. Kita perlu kerja sama pemerintah daerah dan forkopimda 14 kabupaten kota di Kalbar,” jelas Yuliansyah. 

Pesan itu sederhana. Namun dampaknya luas. Pengawasan tidak cukup di atas kertas. Perlu turun ke dapur. Perlu cek bahan. Perlu uji mutu. 

Perlu pastikan kebersihan. Perlu jaga rantai distribusi. Semua pihak terlibat. Pemerintah daerah. 

Forkopimda. Satgas BGN. HIPZI. Mitra pelaksana. Tidak ada ruang lengah. Satgas BGN Polda Kalbar memberi perspektif pengawasan. 

Mereka melihat celah risiko. Mulai bahan baku, proses masak, sampai makanan tiba di sekolah. 

Risiko kontaminasi harus dicegah. Pekerja dapur perlu memahami higiene. Peralatan perlu steril. 

Sumber air perlu aman. Kolaborasi lintas sektor jadi kunci. Tanpa pengawasan, kualitas taruhan. Anak tidak boleh jadi korban. Rekomendasi FGD harus ditindaklanjuti.

Sinergi Gizi Anak


Ketua Harian DPP HIPZI Kalbar, Rusdi, menyampaikan apresiasi. Ia berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. 

Pemerintah daerah telah memfasilitasi FGD. Wakil Bupati Kubu Raya membuka kegiatan. Rusdi juga mengapresiasi kehadiran Yuliansyah. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Terima kasih juga kepada anggota DPR RI, Yuliansyah. Semoga kegiatan ini menjadi sarana bagi kita untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas dapur SPPG di Kalimantan Barat,” ujar Rusdi. 

Melalui FGD ini, HIPZI Kalbar berharap koordinasi dan sinergi semakin kuat. Pemerintah, aparat pengawas, mitra pelaksana program MBG harus satu langkah. Dapur SPPG di Kalimantan Barat diharapkan semakin profesional. 

Standar keamanan pangan terpenuhi. Kualitas gizi terjaga. Program Makan Bergizi Gratis pun mendukung keberhasilan. 

Anak Kubu Raya, Kalbar, menerima makanan sehat. Masa depan mereka ikut terjaga. Ruang rapat itu pun menutup hari dengan catatan rekomendasi. 

Bukan akhir. Ini awal penguatan. Rusdi berharap FGD menjadi titik balik. Dapur SPPG Kubu Raya jadi contoh. 

Dapur SPPG Kalbar lain ikut termotivasi. HIPZI Kalbar mengawal. Satgas BGN Polda Kalbar mengawasi. 

Mitra pelaksana memperbaiki diri. Semua bergerak satu arah. Arahnya, gizi anak Kalbar. Transparansi dijaga. 

Akuntabilitas dibangun. Dari dapur, makanan mengalir ke anak. Dari anak, masa depan Kalbar tumbuh. 

Ini kerja nyata. Ini ikhtiar bersama. Ikuti HIPZI Kalbar. Bagikan liputan MBG. Klik wawasan gizi anak. Cek data dapur SPPG Kubu Raya.
Mempawah, Tempat Mercedes-Benz Menambat Asa Para Pemilik Truk

Mempawah, Tempat Mercedes-Benz Menambat Asa Para Pemilik Truk

Mempawah, Tempat Mercedes-Benz Menambat Asa Para Pemilik Truk
  • PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia bersama PT Armada Trans Persada resmi membuka diler permanen Mercedes-Benz Trucks di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. 

  • Fasilitas ini berdiri di atas lahan 3.212 meter persegi dengan layanan servis, gudang suku cadang, overhaul, diagnostik, dan Roadside Assistance 24 jam. 

  • Langkah ini memperkuat komitmen Mercedes-Benz Trucks mendekatkan layanan purnajual kepada pelanggan di koridor logistik vital Kalimantan. 

  • Diler ini juga rupanya mendukung operasional truk Axor dan industri yang menggerakkan ekonomi wilayah. 

Kalimantannews.id, Mempawah - Mentari belum sepenuhnya membakar aspal Jalan Raya Wajok Hilir. Namun, deru mesin truk sudah terdengar sayup-sayup. Di KM 12, sebuah bangunan baru berdiri. 

Bukan sekadar tonggak beton, melainkan sebuah pernyataan. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) bersama PT Armada Trans Persada (ATP) meresmikan diler Mercedes-Benz Trucks di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. 

Kalimantan Barat bukan wilayah biasa. Ia adalah urat nadi. Pelabuhan Dwikora, Pelabuhan Kijing, hingga koridor Trans-Kalimantan dan Lintas Batas Negara Entikong menjadi bukti. 

Di sini, truk bukan hanya kendaraan. Ia adalah nafas bagi sektor logistik, perkebunan, konstruksi, dan perdagangan lintas batas. Setiap jam operasional sangat berarti. 

Setiap menit berharga. President Director PT DCVI, Antonio Randazzo, menegaskan hal itu. 

“Pembukaan dealer ini bukan sekadar penambahan fasilitas baru.  Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk menempatkan pelanggan sebagai prioritas dan hadir lebih dekat dengan lokasi bisnis mereka,” ujar Antonio Randazzo pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kalimat itu bukan retorika. Ia adalah pijakan.

Denyut Layanan di Bawah Langit Khatulistiwa


Dealer ATP berdiri di atas lahan 3.212 meter persegi. Luas bangunan 720 meter persegi. Di dalamnya, area servis dan perbaikan, fasilitas overhaul, gudang suku cadang, area pencucian, peralatan diagnostik, hingga layanan Roadside Assistance 24 jam. Semua dirancang untuk satu tujuan: meminimalkan gangguan operasional.

Tim mekanik telah dilatih dan disertifikasi. Mereka memahami standar global Mercedes-Benz. 

“Melalui fasilitas baru ini, kami menghadirkan layanan yang lebih cepat, dukungan teknis yang lebih kuat, serta ketersediaan suku cadang yang lebih baik,” ucap Antonio Randazzo.

Potensi yang Signifikan 


Owner PT ATP, Surya Tjahjono berbicara tentang potensi. 

“Kami melihat potensi yang signifikan di Kalimantan Barat, khususnya pada industri yang bergantung pada kendaraan niaga yang andal,” ujar Surya Tjahjono. 

ATP didirikan April 2021. Ia bagian dari Masabaru Guna Persada, grup usaha sejak 1965. 

Sejak 2021, ATP menjadi dealer resmi Mercedes-Benz Trucks. Kini, transisi dari fasilitas sementara ke dealer permanen tuntas sudah. 

Warisan 130 Tahun, Jejak 56 Tahun


President Director PT DCVI, Antonio Randazzo menutup dengan renungan. 

“Tahun ini, kami merayakan 130 tahun Mercedes-Benz Trucks dan 56 tahun kehadiran kami di Indonesia. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan warisan yang kami banggakan, tetapi juga komitmen kami yang berkelanjutan terhadap inovasi dan kesuksesan pelanggan.”

DCVI terus memperkuat ekosistem. Jaringan dealer telah berkembang lebih dari 24 lokasi. Pabrik DCVMI di Cikarang, Jawa Barat, berdiri di atas 15 hektar. 
Kapasitas produksi tahunan hingga 5.000 truk dan bus. Sasis bus dan truk Axor dirakit lokal. Komitmen jangka panjang terhadap industri kendaraan niaga Indonesia.

Di Kabupaten Mempawah, Mercedes-Benz Trucks bukan hanya membuka diler. Ia menancapkan bendera. 

Sebuah janji bahwa roda-roda truk di Kalimantan Barat akan terus berputar. Bahwa bisnis pelanggan tetap berjalan. Bahwa kemitraan ini adalah tentang masa depan.
8 Hari Koma, 3 RS dan 1 Puskesmas Tak Mampu Atasi di Kalimantan Barat

8 Hari Koma, 3 RS dan 1 Puskesmas Tak Mampu Atasi di Kalimantan Barat

8 Hari Koma, 3 RS dan 1 Puskesmas Tak Mampu Atasi di Kalimantan Barat
Kalimantannews.id, Pontianak -  Selama 8 hari seorang ibu dari Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak koma. 3 Rumah Sakit dan 1 Puskesmas tidak mampu menanganinya. Biaya berobat yang sudah habis Rp20 juta membuat keluarga pasrah.

Ibu EL, sebut saja begitu, warga Kuala Behe Kabupaten Landak hingga kini masih tak sadarkan diri. Sudah 8 hari koma akibat komplikasi penyakit darah tinggi dan stroke ringan.

Penderitaan keluarga dimulai saat pasien pertama kali dibawa ke RSUD Ngabang, Landak. Karena keterbatasan alat, dan dokter spesialis pasien kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedarso Pontianak. 

Namun pihak rumah sakit menolak dengan alasan penuh. Tidak menyerah, keluarga kembali membawa pasien ke RS Bhayangkara Pontianak. Hasilnya sama, ditolak karena tidak ada kamar.

Akhirnya pasien dirawat di RS Antonius Pontianak selama 5 hari. Namun karena biaya yang besar, keluarga memutuskan memindahkan pasien.

"Rumah sakit Antonius mahal. Tebus obat saja kemarin ada yang lima juta, tiga juta. Belum lagi biaya inap dan ongkos-ongkos saya. Makanya ketika Bhayangkara ada kamar kosong langsung saya pindahkan, karena Bhayangkara bisa menerima BPJS," ujar Florias, 54 tahun, suami pasien saat ditemui di Kota Pontianak, Senin, 12 Oktober 2026.

Florias mengaku sudah menghabiskan sekitar Rp20 juta untuk pengobatan, akomodasi, dan ongkos. 

Saat ini pasien dirawat di RS Bhayangkara dan bisa menggunakan BPJS. Namun keluarga belum diizinkan menjenguk karena pasien masih dalam pemantauan intensif dan belum sadarkan diri.

"Saya tidak mengerti kenapa masih koma. Kata dokter sakitnya komplikasi dan darah tinggi. Susahnya memang sebelum koma istri sulit diajak berobat ke Puskesmas di kampung saya," kata Florias.

Setelah beberapa hari ditangani dokter di RS Bhayangkara, akhirnya pasien sadarkan diri dan sekarang sudah kembali ke kampung di Kuala Behe Landak Kalimantan Barat.
Karhutla, Belum Berdampak Terhadap HKTI Kalimantan Barat

Karhutla, Belum Berdampak Terhadap HKTI Kalimantan Barat

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPD Provinsi Kalimantan Barat menilai belum ada dampaknya Karhutla yang sampai saat ini masih berlangsung di Kalimantan Barat terhadap perencanaan
Kalimantannews.id, Pontianak - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPD Provinsi Kalimantan Barat menilai belum ada dampaknya Karhutla yang sampai saat ini masih berlangsung di Kalimantan Barat terhadap perencanaan, atau master plan jangka menengah dan panjang serta program-program CSR dijalankan HKTI.

Hal itu dikatakan Sekretaris HKTI Provinsi Kalimantan Barat M Imanullah kepada media ini, Rabu (23/9) di Kota Pontianak. 

Sedangkan kasus kebakaran hutan, Imanullah tidak mau berkomentar lebih jauh, hanya saja menurutnya perusahaan-perusahaan sawit serta korporasi kehutanan dan lainnya pastilah mengetahui aturan, baik Kepres, Kepmen dan Perda terkait tata cara pembukaan lahan.

Sementara untuk lahan yang 2 hektare, kata Imanullah, ada aturan dan mekanisme tata cara mengatur pembukaan lahanuntuk tanaman padi, palawija dan sayuran sepanjang aturannya dipenuhi saat melakukan buka lahan dinilai tidak masalah. 

Sesuai dengan Perda Provinsi Kalimantan Barat Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal, kata Imanullah, diperkuat juga dengan Inpres No 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan Dengan Cara Membakar dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, dimana pada Inppres jelas ada aturan yang mengaturnya mengenai perladangan sehubungan dengan kearifan lokal.

"Yang masih tetap mempertahankan kearifan lokal namun dengan berbagai macam syarat," ujar Imanullah.
 
Sedangkan langkah-langkah yang diambil HKTI Kalimantan Barat untuk saat ini adalah melakukan konsolidasi pengurus supaya jangan melakukan program pembuakaan lahan, kemudian menghimbau serta mensosialisasi kepada para petani untuk membuka lahan tidak dengan cara membakar, serta  mencegah kebakaran, dan membuat baliho-baliho peringatan.

"Imbauan pencegahan kebakaran lahan, kami melakukan aksi sosial, bantuan sembako dan alat-alat pemadam kebakaran, bantuan air bersih, dan terhadap petani yang lokasinya terdampak maka kedepannya akan kami fasilitasi untuk mendapatkan bantuan bibit dan alsintan agar mereka tetap produktif sehingga bisa tetap mendapatkan penghasilan," pungkasnya.(OK)

Formulir Kontak