Kalimantannews.id
Mempawah, Tempat Mercedes-Benz Menambat Asa Para Pemilik Truk

Mempawah, Tempat Mercedes-Benz Menambat Asa Para Pemilik Truk

Mempawah, Tempat Mercedes-Benz Menambat Asa Para Pemilik Truk
  • PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia bersama PT Armada Trans Persada resmi membuka diler permanen Mercedes-Benz Trucks di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. 

  • Fasilitas ini berdiri di atas lahan 3.212 meter persegi dengan layanan servis, gudang suku cadang, overhaul, diagnostik, dan Roadside Assistance 24 jam. 

  • Langkah ini memperkuat komitmen Mercedes-Benz Trucks mendekatkan layanan purnajual kepada pelanggan di koridor logistik vital Kalimantan. 

  • Diler ini juga rupanya mendukung operasional truk Axor dan industri yang menggerakkan ekonomi wilayah. 

Kalimantannews.id, Mempawah - Mentari belum sepenuhnya membakar aspal Jalan Raya Wajok Hilir. Namun, deru mesin truk sudah terdengar sayup-sayup. Di KM 12, sebuah bangunan baru berdiri. 

Bukan sekadar tonggak beton, melainkan sebuah pernyataan. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) bersama PT Armada Trans Persada (ATP) meresmikan diler Mercedes-Benz Trucks di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. 

Kalimantan Barat bukan wilayah biasa. Ia adalah urat nadi. Pelabuhan Dwikora, Pelabuhan Kijing, hingga koridor Trans-Kalimantan dan Lintas Batas Negara Entikong menjadi bukti. 

Di sini, truk bukan hanya kendaraan. Ia adalah nafas bagi sektor logistik, perkebunan, konstruksi, dan perdagangan lintas batas. Setiap jam operasional sangat berarti. 

Setiap menit berharga. President Director PT DCVI, Antonio Randazzo, menegaskan hal itu. 

“Pembukaan dealer ini bukan sekadar penambahan fasilitas baru.  Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk menempatkan pelanggan sebagai prioritas dan hadir lebih dekat dengan lokasi bisnis mereka,” ujar Antonio Randazzo pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kalimat itu bukan retorika. Ia adalah pijakan.

Denyut Layanan di Bawah Langit Khatulistiwa


Dealer ATP berdiri di atas lahan 3.212 meter persegi. Luas bangunan 720 meter persegi. Di dalamnya, area servis dan perbaikan, fasilitas overhaul, gudang suku cadang, area pencucian, peralatan diagnostik, hingga layanan Roadside Assistance 24 jam. Semua dirancang untuk satu tujuan: meminimalkan gangguan operasional.

Tim mekanik telah dilatih dan disertifikasi. Mereka memahami standar global Mercedes-Benz. 

“Melalui fasilitas baru ini, kami menghadirkan layanan yang lebih cepat, dukungan teknis yang lebih kuat, serta ketersediaan suku cadang yang lebih baik,” ucap Antonio Randazzo.

Potensi yang Signifikan 


Owner PT ATP, Surya Tjahjono berbicara tentang potensi. 

“Kami melihat potensi yang signifikan di Kalimantan Barat, khususnya pada industri yang bergantung pada kendaraan niaga yang andal,” ujar Surya Tjahjono. 

ATP didirikan April 2021. Ia bagian dari Masabaru Guna Persada, grup usaha sejak 1965. 

Sejak 2021, ATP menjadi dealer resmi Mercedes-Benz Trucks. Kini, transisi dari fasilitas sementara ke dealer permanen tuntas sudah. 

Warisan 130 Tahun, Jejak 56 Tahun


President Director PT DCVI, Antonio Randazzo menutup dengan renungan. 

“Tahun ini, kami merayakan 130 tahun Mercedes-Benz Trucks dan 56 tahun kehadiran kami di Indonesia. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan warisan yang kami banggakan, tetapi juga komitmen kami yang berkelanjutan terhadap inovasi dan kesuksesan pelanggan.”

DCVI terus memperkuat ekosistem. Jaringan dealer telah berkembang lebih dari 24 lokasi. Pabrik DCVMI di Cikarang, Jawa Barat, berdiri di atas 15 hektar. 
Kapasitas produksi tahunan hingga 5.000 truk dan bus. Sasis bus dan truk Axor dirakit lokal. Komitmen jangka panjang terhadap industri kendaraan niaga Indonesia.

Di Kabupaten Mempawah, Mercedes-Benz Trucks bukan hanya membuka diler. Ia menancapkan bendera. 

Sebuah janji bahwa roda-roda truk di Kalimantan Barat akan terus berputar. Bahwa bisnis pelanggan tetap berjalan. Bahwa kemitraan ini adalah tentang masa depan.
8 Hari Koma, 3 RS dan 1 Puskesmas Tak Mampu Atasi di Kalimantan Barat

8 Hari Koma, 3 RS dan 1 Puskesmas Tak Mampu Atasi di Kalimantan Barat

8 Hari Koma, 3 RS dan 1 Puskesmas Tak Mampu Atasi di Kalimantan Barat
Kalimantannews.id, Pontianak -  Selama 8 hari seorang ibu dari Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak koma. 3 Rumah Sakit dan 1 Puskesmas tidak mampu menanganinya. Biaya berobat yang sudah habis Rp20 juta membuat keluarga pasrah.

Ibu EL, sebut saja begitu, warga Kuala Behe Kabupaten Landak hingga kini masih tak sadarkan diri. Sudah 8 hari koma akibat komplikasi penyakit darah tinggi dan stroke ringan.

Penderitaan keluarga dimulai saat pasien pertama kali dibawa ke RSUD Ngabang, Landak. Karena keterbatasan alat, dan dokter spesialis pasien kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedarso Pontianak. 

Namun pihak rumah sakit menolak dengan alasan penuh. Tidak menyerah, keluarga kembali membawa pasien ke RS Bhayangkara Pontianak. Hasilnya sama, ditolak karena tidak ada kamar.

Akhirnya pasien dirawat di RS Antonius Pontianak selama 5 hari. Namun karena biaya yang besar, keluarga memutuskan memindahkan pasien.

"Rumah sakit Antonius mahal. Tebus obat saja kemarin ada yang lima juta, tiga juta. Belum lagi biaya inap dan ongkos-ongkos saya. Makanya ketika Bhayangkara ada kamar kosong langsung saya pindahkan, karena Bhayangkara bisa menerima BPJS," ujar Florias, 54 tahun, suami pasien saat ditemui di Kota Pontianak, Senin, 12 Oktober 2026.

Florias mengaku sudah menghabiskan sekitar Rp20 juta untuk pengobatan, akomodasi, dan ongkos. 

Saat ini pasien dirawat di RS Bhayangkara dan bisa menggunakan BPJS. Namun keluarga belum diizinkan menjenguk karena pasien masih dalam pemantauan intensif dan belum sadarkan diri.

"Saya tidak mengerti kenapa masih koma. Kata dokter sakitnya komplikasi dan darah tinggi. Susahnya memang sebelum koma istri sulit diajak berobat ke Puskesmas di kampung saya," kata Florias.

Setelah beberapa hari ditangani dokter di RS Bhayangkara, akhirnya pasien sadarkan diri dan sekarang sudah kembali ke kampung di Kuala Behe Landak Kalimantan Barat.
Karhutla, Belum Berdampak Terhadap HKTI Kalimantan Barat

Karhutla, Belum Berdampak Terhadap HKTI Kalimantan Barat

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPD Provinsi Kalimantan Barat menilai belum ada dampaknya Karhutla yang sampai saat ini masih berlangsung di Kalimantan Barat terhadap perencanaan
Kalimantannews.id, Pontianak - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPD Provinsi Kalimantan Barat menilai belum ada dampaknya Karhutla yang sampai saat ini masih berlangsung di Kalimantan Barat terhadap perencanaan, atau master plan jangka menengah dan panjang serta program-program CSR dijalankan HKTI.

Hal itu dikatakan Sekretaris HKTI Provinsi Kalimantan Barat M Imanullah kepada media ini, Rabu (23/9) di Kota Pontianak. 

Sedangkan kasus kebakaran hutan, Imanullah tidak mau berkomentar lebih jauh, hanya saja menurutnya perusahaan-perusahaan sawit serta korporasi kehutanan dan lainnya pastilah mengetahui aturan, baik Kepres, Kepmen dan Perda terkait tata cara pembukaan lahan.

Sementara untuk lahan yang 2 hektare, kata Imanullah, ada aturan dan mekanisme tata cara mengatur pembukaan lahanuntuk tanaman padi, palawija dan sayuran sepanjang aturannya dipenuhi saat melakukan buka lahan dinilai tidak masalah. 

Sesuai dengan Perda Provinsi Kalimantan Barat Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal, kata Imanullah, diperkuat juga dengan Inpres No 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan Dengan Cara Membakar dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, dimana pada Inppres jelas ada aturan yang mengaturnya mengenai perladangan sehubungan dengan kearifan lokal.

"Yang masih tetap mempertahankan kearifan lokal namun dengan berbagai macam syarat," ujar Imanullah.
 
Sedangkan langkah-langkah yang diambil HKTI Kalimantan Barat untuk saat ini adalah melakukan konsolidasi pengurus supaya jangan melakukan program pembuakaan lahan, kemudian menghimbau serta mensosialisasi kepada para petani untuk membuka lahan tidak dengan cara membakar, serta  mencegah kebakaran, dan membuat baliho-baliho peringatan.

"Imbauan pencegahan kebakaran lahan, kami melakukan aksi sosial, bantuan sembako dan alat-alat pemadam kebakaran, bantuan air bersih, dan terhadap petani yang lokasinya terdampak maka kedepannya akan kami fasilitasi untuk mendapatkan bantuan bibit dan alsintan agar mereka tetap produktif sehingga bisa tetap mendapatkan penghasilan," pungkasnya.(OK)
Wagub Krisantus: Mahasiswa STTI Harus Mampu Menguasai Teknologi

Wagub Krisantus: Mahasiswa STTI Harus Mampu Menguasai Teknologi

Wagub Krisantus: Mahasiswa STTI Harus Mampu Menguasai Teknologi
Kalimantannews.id, Pontianak - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi mahasiswa. 

Menurutnya, tantangan ke depan semakin berat sehingga mahasiswa harus siap menghadapi perubahan zaman.

Hal itu disampaikan Krisantus saat membuka Lomba Persekutuan Sekolah Tinggi Teologi Indonesia (STTI) yang diikuti 15 Sekolah Tinggi Teologi se-Kalbar di STT Anjungan, Mempawah, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema "God's Arrow Generation".

"Siapa yang tahu di sini para mahasiswa dan para dosen, 10 tahun ke depan seperti apa," kata Krisantus dalam sambutannya.

Ia mengatakan, mahasiswa STTI tidak harus menjadi pendeta. Lulusan STTI juga bisa menjadi pemimpin di berbagai bidang sosial dan kelembagaan di masyarakat.

Namun, tantangan terbesar yang harus diantisipasi adalah penguasaan ilmu dan teknologi. Sebab saat ini hampir semua kebutuhan manusia bisa dipenuhi melalui aplikasi dan teknologi, mulai dari transaksi, pendidikan, belanja, hingga informasi.

"Informasi juga jangan ditelan mentah-mentah tapi harus dicek dan ricek kebenarannya, karena berseliweran berita-berita hoax," ujarnya.

Krisantus mencontohkan pengalamannya saat bertugas di Komisi I DPR RI. Ia dituntut mampu berbahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan para duta besar, mengikuti fit and proper test calon dubes, hingga membahas alutsista dan pertahanan.

Sebagai mahasiswa, ia juga berpesan agar tidak hanya belajar hal-hal yang baik di dunia teknologi. Mahasiswa harus berani belajar hal-hal buruk agar mampu memilah mana yang benar dan tidak benar.

"Semua ada di dalam teknologi. Kita bisa lihat penipuan menggunakan filter di medsos, yang bopeng jadi cantik dan ganteng. Kita lihat bagaimana transaksi secara global, pemasaran, bisnis, hingga pendidikan dan informasi. Sehingga saya berpesan, kuasailah teknologi," pungkasnya.
Wagub Krisantus Dapat Julukan "Wagub Kocak" Saat Hadiri Prayer Gathering

Wagub Krisantus Dapat Julukan "Wagub Kocak" Saat Hadiri Prayer Gathering

Membangun Kebersamaan dan Memperkuat Pelayanan: Sinergi dan Kolaborasi
Kalimantannews.id, Pontianak - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mendapat julukan "Wagub Kocak" dari para peserta Prayer Gathering ke-V Jaringan Doa Wanita Nasional. Julukan itu muncul karena gaya bicaranya yang diselingi canda dan lelucon. 

Acara dengan tema "Membangun Kebersamaan dan Memperkuat Pelayanan: Sinergi dan Kolaborasi" tersebut dihadiri peserta dari 38 provinsi dan 1 peserta dari Sarawak, Malaysia. Kegiatan berlangsung di Pontianak, Jumat (9/10/2026). Acara ini sekaligus ditutup Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan yang didukung juga oleh Wakil Bupati Landak Erani.

Para peserta, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu lansia, dibuat tertawa terpingkal-pingkal oleh cerita-cerita lucu dan bermakna yang disampaikan Krisantus. 

Candaan yang disampaikan Wagub merupakan joke multi-etnis yang menyentuh realitas sosial di masyarakat Indonesia. 

Salah satu guyonan yang paling mengundang tawa terjadi saat ia memberi salam kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

"Salam saya kepada Gubernur Maluku Utara Ibu Sherly," kata Krisantus. Spontan ucapan itu disambut tawa peserta karena ada perwakilan dari Maluku Utara yang hadir. 

Wagub juga membagikan cerita tentang keluguan masyarakat Dayak dalam memberi nama anak. Menurutnya, masyarakat Dayak tidak memiliki nama marga, sehingga nama diberikan berdasarkan situasi dan kondisi saat bayi lahir. 

"Warga Dayak tidak punya nama. Makanya ambil nama dari orang lain atau situasi saat itu, saat bayi dilahirkan, dilihat, didengar saat itu. Ketika dia memberi nama 'kotoran', itulah yang dia alami," kata Krisantus disambut tawa peserta. 

"Untung saja bapak saya sekolah, jadi tak memberi nama 'kotoran'. Kan tidak lucu juga kalau nama anaknya suatu hari jadi Wagub dan kemudian bernama Wagub Kotoran," candanya yang membuat ruangan kembali riuh oleh tawa. 

Dalam sambutannya yang tidak dibacakan, karena dinilai normatif, Krisantus juga berpesan agar para ibu menguasai teknologi.

"Ibu-ibu harus mampu memanfaatkan teknologi sehingga memudahkan kehidupan. Tapi juga harus tahu sisi negatif dari teknologi, khususnya yang ada di handphone. Karena banyak aplikasi yang bisa merubah kehidupan kita dalam sekejap. Mau baik atau buruk, 50:50 tinggal pilih. Karena itu kita harus banyak belajar dengan teknologi itu sendiri," ujarnya. 

Ia menegaskan peran ibu sangat vital sebagai garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul.
Penang Membuka Pintu: Langsung Terbang dari Batam, Merajut Kembali Cerita Kedekatan Dua Negeri

Penang Membuka Pintu: Langsung Terbang dari Batam, Merajut Kembali Cerita Kedekatan Dua Negeri

Penang Membuka Pintu: Langsung Terbang dari Batam, Merajut Kembali Cerita Kedekatan Dua Negeri
Kalimantannews.id, Batam - Batam, pagi berangin di tepian Teluk Harbour Bay. Jendela ruang pertemuan Marriott membiaskan cahaya pagi ke wajah-wajah yang saling menjabat tangan. Di sanalah Penang Global Tourism bersama ASTINDO Indonesia membuka percakapan yang telah lama hidup dalam ingatan masyarakat kedua negeri. 

YB Wong Hon Wai berdiri di depan hadirin. Tatapannya tenang, seolah memandang melintasi selat yang memisahkan dua daratan yang bertetangga. 

Ia memimpin rombongan pelaku wisata Penang datang bukan sekadar menawarkan paket perjalanan. 

Mereka membawa undangan untuk mempererat ikatan yang tumbuh melalui kunjungan keluarga, perawatan kesehatan, usaha dagang, dan kenangan rasa yang serupa di meja makan. 

"Koneksi langsung membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha," ujarnya tegas namun hangat. "Bersama ASTINDO, kami hadir menyusun perjalanan yang bermakna, bukan sekadar berpindah tempat." 

Indonesia telah lama menjadi sahabat terdekat Penang. Negeri ini menempati posisi pertama dalam daftar kedatangan wisatawan asing ke sana. 

Hubungan ini bukan angka statistik semata. Ia terjalin dari puluhan ribu perjalanan orang yang mencari pengobatan, berkunjung kerabat, atau sekadar menikmati suasana yang terasa akrab. 

Pada 18 Oktober 2026, ikatan itu diperkuat jalur udara baru. Batik Air meluncurkan penerbangan langsung Batam–Penang. 

Tanpa transit, tanpa jeda panjang. Pintu dibuka lebar untuk kunjungan singkat, urusan usaha, perawatan medis, liburan keluarga, hingga perpaduan pengobatan dan rekreasi. 

Penang menyambut kedatangan itu dengan kekayaan yang tak habis dijelajahi. 
George Town berdiri tegak sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. 

Lorong-lorongnya menyimpan jejak budaya Melayu, Tionghoa, India, dan Peranakan yang menyatu dalam aroma rempah dan tata bangunan. 

Bukit Penang menawarkan udara sejuk dan pandangan ke perairan yang berkilauan. Cagar Biosfer mengajak menyelami alam yang tetap terjaga.

Bagi yang pernah datang, masih banyak yang belum diketahui. Entopia mengajak menyapa kelelawar dan kupu-kupu di taman terbuka. 

The Habitat membelah hutan hujan asli di puncak bukit. Benteng Cornwallis menyimpan kisah masa lalu. 

Galeri Sejarah Penang merangkai benang perjalanan negeri ini. Museum Feri mengingatkan jalur silam yang kini digantikan jembatan dan rute udara baru. 

Di seberang pulau, wilayah daratan utama menyuguhkan wajah lain. Susur sungai, pantai tenang, sisa-sisa masa lampau di Guar Kepah. 

Restoran tepi laut seperti Umi Umi menyajikan rasa yang tak dijumpai di tempat lain. Pilihan tempat menginap bertambah luas, memudahkan siapa pun menyusun kunjungan sesuai keinginan. 

Pauline Suharno, Ketua Umum ASTINDO, memandang pergeseran zaman. Wisatawan kini tak sekadar mencari tempat rekreasi. 

Mereka berkelana untuk menyegarkan jiwa, menikmati momen, merasakan pengalaman yang membekas. 

Data Lokadata menunjukkan hampir sepertiga pelancong memilih perjalanan sebagai sarana pemulihan diri. Delapan puluh delapan persen bersedia membayar lebih untuk kenangan yang tak tergantikan. 

Doli Hasibuan, Ketua ASTINDO Kepulauan Riau, menegaskan Penang menjawab kebutuhan itu. 

"Penang adalah pelarian yang pas bagi warga Kepulauan Riau. Dekat, kaya budaya, lengkap fasilitas kesehatan dan rekreasi," ucapnya mantap. 

Ia melihat kesesuaian sempurna antara apa yang ditawarkan dan apa yang dicari.
Rute udara baru ini bukan sekadar jadwal terbang. 

Ia adalah jembatan yang dipersingkat. Mengubah perjalanan yang dulu butuh perencanaan matang menjadi keputusan yang mudah diambil. 

Mengundang siapa saja untuk datang kembali, atau datang untuk pertama kali, dan menemukan bahwa kedekatan itu nyata, bukan sekadar jarak di peta. Penang kini menanti, dengan pintu yang terbuka lebar.

Formulir Kontak